Category Archives: WARTA SABURAI (LAMPUNG)

BANGUN ULANG REST AREA MASJID AGUNG KALIANDA

Apa kabar ervan lovers semuanya, semoga selalu dalam lindungan Alloh SWT dan semangat menjalani aktivitas yang ada. Kali ini saya akan memgedepankan topik tentang pembangunan rest area di masjid agung kalianda. Masjid yang menjadi icon lampung selatan ini sedang direnovasi halamannya oleh pemerindah daerah kabupaten lampung selatan. Berikut ini berita yang saya ambil dari situs tribun lampung.

Pemkab Lamsel telah menjalankan pembangunan ulang Masjid Agung Kalianda menjadi rest area.
Menurut Meilani, Sekretaris Dinas PU Lamsel, hal itu guna menjaring potensi ekonomi yang bisa didapat dari adanya rest area. Sebab selama ini kompleks Masjid Agung Kalianda kurang tergarap maksimal.
“Tujuan lain karena di lokasi itu akan dijadikan sentra kegiatan MTQ tingkat provinsi tahun depan. Maka perlu areal yang tertata untuk itu sekaligus dibangun rest area,” kata Meilani, Kamis (8/12/2011)
Luas seluruh areal Masjid Agung mencapai tiga hektare, dengan rest area seluas 1,5 hektare. Rest area nantinya berupa areal parkir, tempat istirahat, tempat-tempat makan dan souvenir serta tempat bermain anak-anak.

 

Advertisements

MAKAN DURIAN TERBANYAK DI BANDAR LAMPUNG MEMBUAHKAN REKOR MURI DI TAHUN BARU

Halo teman-teman, kita harus bangga terhadap masyarakat Bandar Lampung yang berhasil mencetak rekor muri pada malam tahun baru. Mau tau kenapa bisa mendapat rekor muri. Yuk, dibaca artikelnya yang saya kutip dari suaramerdeka.com.

Durian menjadi ikon pesta rakyat untuk menyambut Tahun Baru 2011 di Kota Bandar Lampung. Oleh sebab itu dalam rangka menyambut tahun baru 2011 nanti malam, tampak banjir durian di Lapangan Saburai, Sabtu (31/12). Terdapat dua dump truck, satu truk, dan satu pick up telah membongkar muatan durian di Lapangan Saburai. “Kurang lebih sudah ada 2.000 lebih, dan kita masih menunggu lagi,” jelas Komandan Kasatpol PP Bandar Lampung Cik Raden. Sebanyak 10.500 buah durian disiapkan Pemkot Bandar Lampung. Hingga sore ini durian sudah mulai berdatangan dan disusun di Lapangan Parkir Saburai. Pesta Durian itu ternyata memecahkan rekor MURI. Warga bisa menikmati malam pergantian tahun sambil makan durian bersama di Lapangan Saburai, Bandar Lampung,


BUS TRANS BANDAR LAMPUNG

Saya suka bus ini beroprasi, tapi jelas akan mematikan supir angkot. Ini adalah program kerja walikota Bandar Lampung Bpk. Herman HN. yang ingin membenahi kemacetan kota Bandar Lampung. Wah, dahsyat, pas uji coba bus ini menggratiskan penumpangnya. Contohnya dengan rute Raja basa-Tanjung Karang. Ini adalah termasuk rute yang sangat ramai dan sangat padat penumpang. Yaitu rute yang melalui jalan ZA Pagar Alam, Teuku Umar hingga pusat kota jalan Raden Intan Bandar Lampung atau di depan pusat perbelanjaan Ramayana. Apalagi rute ini banyak melewati Perguruan tinggi seperti kampus saya Universitas Lampung dan kampus-kampus lainnya seperti Darmajaya, UBL, Umitra, Teknokrat, DCC, dan lainnya. Contohnya di kampus hijau Unila bis ini sangat diminati penumpang. Bus ini berhenti di halte Unila. Tetapi tentu saja para supir angkot garang, ikarena mematikan pendapatannya. Ya, jelas mereka pada melakukan demo pada pemerintah kota bahkan pemerintah provinsi. Sampai sekarang bus ini belum beroprasi lagi, mungkin menunggu ada kejelasan antara supir angkot yang masih demo. Continue reading


KETUA DPRD PROV. LAMPUNG MENYAPA PANITIA BEGAWI 3

Sumber : Koran Radar Lampung.

BANDARLAMPUNG – Sebagai salah satu elemen penting dalam masyarakat, mahasiswa harus memiliki semangat kewirausahaan. Hal ini ditegaskan Ketua DPRD Provinsi Lampung Ir. Marwan Cik Asan, M.M. saat menghadiri Begawi III di GSG Unila kemarin (22/5).

Karena itu, Marwan pun berharap melalui kegiatan bertema Menginspirasi Dunia dari Bumi Ruwa Jurai yang diselenggarakan mahasiswa setempat mulai 18 hingga 22 Mei tersebut, mahasiswa bisa termotivasi untuk merintis usaha sendiri.

’’Belajar membangun usaha sedari masih duduk di bangku kuliah itu sangat penting. Baik untuk diri sendiri maupun perekonomian masyarakat secara umum,’’ ungkapnya. Continue reading


JALINSUM HATTA LONGSOR, KETAPANG JADI PELAMPIASAN MACET

Kalianda, Kompas – Jalan lintas Sumatera di ruas Simpang Bakauheni-Simpang Gayam, Lampung Selatan, ditutup untuk kendaraan umum dan truk setidaknya enam pekan sejak tiga minggu lalu. Tujuannya, percepatan perbaikan jalan ambles di Kilometer 79/80, Desa Hatta, Bakauheni.

Dampak dari kebijakan ini kerap terjadi kemacetan parah di jalur alternatif Simpang Gayam- Simpang Ketapang, terutama saat lalu lintas padat.

Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Lampung Berlian Tihang, Kamis (18/11), mengatakan, di ruas itu sejak tiga pekan lalu dilakukan perbaikan gorong-gorong yang rusak di dasar jalan sejak Februari lalu. ”Rencananya ditutup enam minggu kalau cuaca mendukung. Kami sudah berkoordinasi dengan polisi dan dinas perhubungan untuk hal ini,” ujarnya.

Sebelumnya, jalur utama di Sumatera bisa dilewati truk dan bus melalui dua arah. Pihak kontraktor kemudian membongkar jalan darurat di sebelah timur untuk melakukan perbaikan gorong-gorong. Jalur tersebut kini hanya bisa dilewati kendaraan berukuran kecil.

Dari rencana 50 gorong-gorong yang akan dipasang, sudah terpasang 42 unit. Kedalaman gorong-gorong mencapai 24 meter dari permukaan jalan dengan diameter masing-masing 2 meter dan berat 8 ton.

Februari lalu, gorong-gorong yang lama pecah dan memicu amblesnya badan jalan di titik tersebut.

Macet parah

Akibat ditutupnya jalan lintas Sumatera (jalinsum) di ruas itu, lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif Simpang Gayam-Ketapang atau jalur lintas pantai timur melalui Sribhawono, Lampung Timur. Namun, saat lalu lintas padat, hampir selalu terjadi kemacetan parah di jalur alternatif tersebut.

Rabu malam lalu, misalnya, terjadi kemacetan total di ruas Simpang Gayam-Ketapang sepanjang lebih dari 6 km. Akhir pekan lalu kemacetan lebih parah, mencapai puluhan kilometer, hingga Pelabuhan Bakauheni. Kendaraan yang baru keluar dari pelabuhan langsung kena macet.

Kemacetan terjadi akibat buruknya kondisi jalan di jalur alternatif Simpang Gayam-Ketapang. Jalan provinsi itu rusak parah, penuh lumpur dan kubangan.

Tidak jarang truk atau bus terjebak di kubangan. Medan menanjak di dekat Pasar Bakauheni juga menyulitkan truk sarat muatan untuk melewatinya.

Syamsudin Sembiring, sopir bus  jurusan Bakauheni-Rajabasa, mengatakan, akibat kemacetan lalu lintas yang demikian, waktu tempuh perjalanan menjadi lebih lama. ”Dari biasanya hanya tiga jam sekarang bisa menjadi sembilan jam,” ujarnya, seraya mengeluhkan berlarut-larutnya perbaikan jalan di Km 79/80 tersebut.

”Padahal, sudah hampir setahun, tetapi perbaikan belum juga selesai,” tambah Syamsudin.

Pejabat Pembuat Komitmen pada Dinas Bina Marga Provinsi Lampung Hadiyanto mengatakan, pihaknya tengah berupaya mempercepat perbaikan jalan di Km 79/80. ”Sedikitnya tujuh alat berat telah dikerahkan untuk membongkar tanah dan memperbaiki gorong-gorong,” katanya. (jon)


Hanan Razak, Plt. Sekprov

Plt. Sekda Provinsi Lampung.(Lampung Post)

BANDAR LAMPUNG (LampostOnline): Untuk kelima kalinya pada 2010, Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. melakukan mutasi 23 pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemprov Lampung.

Selasa (5-10), 9 pejabat eselon II dan 14 pejabat eselon III di lingkungan Pemprov dimutasi ke tempat kerja baru dengan Surat Keputusan Gubernur nomor 821.21/4878/II.09/2010 untuk eselon II dan 821.22/4886/II.09/2010 untuk eselon III.

Di waktu yang sama, Wakil Gubernur Lampung Joko Umar Said juga menyerahkan surat perintah tugas kepada Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Hanan A. Razak yang kemarin secara resmi juga menjabat sebagai pelaksana tugas (plt.) sekretaris provinsi (sekprov) Lampung menggantikan Irham Djafar Lan Putra.

Mutasi tersebut merupakan mutasi pejabat eselon II yang kelima di tahun 2010. Sebelumnya mutasi dilakukan pada 20 Agustus 2010 pada 7 pejabat eselon II, 28 Juli 2010 (20 pejabat), 13 Februari 2010 (56 pejabat), dan 4 Januari 2010 (7 pejabat).

Dalam daftar nama pejabat eselon II yang dilantik kemarin terdapat nama Havazo Pian yang sebelumnya ditugaskan Gubernur sebagai direktur utama Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) tapi dibatalkan karena menuai kontroversi.

Havazo yang memiliki gelar sebagai dokter hewan itu akhirnya ditempatkan pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung. Kepala Dinas Kelautan dan Perkebunan sebelumnya, yakni Hermansyah M.U.R.P., digeser Gubernur menjadi staf ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik.

Sementara itu, mantan Penjabat Bupati Pesawaran Untung Subroto akhirnya ditarik kembali ke Pemprov Lampung. Untung ditempatkan sebagai kepala Badan Ketahanan Pangan Daerah (BKPD) Provinsi Lampung.

Posisi ini sebelumnya masih kosong karena beberapa waktu lalu I Made Suwetja ditugaskan Gubernur menjadi kepala Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Provinsi Lampung.

Penyegaran

Sedangkan salah satu pejabat eselon III yang dimutasi kemarin, yakni Kepala Bidang Humas Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Lampung Heriyansyah. Heriyansyah ditempatkan sebagai kepala Bagian Pertanahan Biro Tata Pemerintahan dan Umum Sekprov Lampung. Posisi Heri sebagai kepala Bidang Humas digantikan Yurnalis.

Joko Umar Said menyatakan mutasi kemarin merupakan upaya penyegaran organisasi di tubuh Pemprov Lampung dengan harapan pejabat yang kini menempati posisinya yang baru bisa membawa perubahan di tubuh SKPD ke arah yang lebih baik lagi.

Mutasi ini pun, menurut Joko, kemungkinan akan dilakukan kembali dalam waktu dekat mengingat ada beberapa pejabat eselon II yang memasuki masa pensiun, seperti Asisten I Bidang Pemerintahan Sekprov Helmy Arsyad, Kepala BPLHD M. Abadi, dan lainnya.

“Mutasi merupakan hal yang wajar dalam pemerintahan. Siap tidak siap, pejabat yang dilantik harus mampu menjalankan tugasnya di tempat yang baru,” kata Joko kemarin.

Wagub juga berpesan kepada Plt. Sekprov Hanan A. Razak untuk menjalankan empat tugas utamanya, yakni menyusun kebijakan, mengoordinasikan, memantau, dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan di berbagai bidang, menyelenggarakan pembinaan administrasi dan aparatur pemerintahan daerah, menyelenggarakan pelayanan administrasi kepada perangkat daerah, serta melaksanakan tugas Gubernur yang berkaitan dengan jabatan Sekprov.

“Sekprov merupakan panglima para PNS. Jadi harus mampu mengurus segala persoalan yang berkaitan dengan pemerintahan,” kata Joko. (MG3/K-1/L-1)


BANJIR SAPU 10 RUMAH DI KAB LAM-SEL

KALIANDA,TRIBUN – Sebanyak sepuluh rumah di Kecamatan Penengahan hanyut tersapu banjir akibat guyuran hujan deras sejak Sabtu (25/9) malam hingga Minggu dini hari (26/9). Banjir berasal dari luapan Sungai Pisang dan menyapu rumah yang mayoritas semi permanen. Rumah warga yang tersapu banjir hanya menyisakan lantai, sedangkan dinding dan atapnya hanyut terbawa air.

Rinciannya, enam rumah berada di Desa Gayam, dua rumah di Desa Tetaan, dan dua rumah di Desa Sukabaru. ”Banjir mulai terjadi sekitar pukul 21.00 WIB Sabtu malam, dan langsung menghanyutkan rumah kami. Minggu dini hari air mulai surut, tapi rumah kami sudah habis,” ujar Yusron, warga Desa Tetaan, Penengahan, Minggu (26/9).

Enam warga di Desa Gayam, yakni Suliyan (22), Ismail (22), Mursidi (45), Hasbunah (37), Yusron (27) dan Rohman Duroh (27) harus merelakan rumahnya yang hanyut tersapu air. Dua lagi milik warga Desa Tetaan dan dua lainnya milik warga Dusun Buring, Desa Sukabaru.

Warga yang terkena banjir saat ini tinggal di tenda-tenda darurat bantuan Dinas Sosial Lampung yang tiba di lokasi pada Minggu pagi. Sebagian lainnya  menumpang di rumah keluarga yang tinggal di dekat lokasi.

Banjir juga mengakibatkan tiga jembatan, yakni dua jembatan beton dan satu jembatan gantung di Desa Gayam dan Sukabaru tidak berfungsi. Selain itu, sebuah bendungan berlokasi di Desa Tetaan ikut jebol dan merendam 12 hektare tanaman padi siap panen milik warga.

Sementara, sebanyak 27 rumah di dusun I, III, dan IX, Desa Ruguk mengalami kerusakan di bagian dapur.

Di Desa Gayam Dissos Lampung memberi bantuan 60 lembar tenda, 3600 bungkus mie instan, 2000 kaleng sarden, 120 stel seragam SD, 60 lembar tiker, 60 kaus, 60 lembar selimut, 60 daster, 300 kecap, 300 saus, 60 buah teko, 60 buah tempat nasi, 30 lusin piring, 30 lusin gelas, 60 buah wajan, dan 60 buah panci serba guna.(tri)


PANWAS TETAP MEMINTA DPT BERDASARKAN NAMA

Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada Bandar Lampung tetap meminta data pemilih dari KPU berdasarkan nama pemilih yang tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT) atau by name.

Hal itu disampaikan anggota Panwas Pilkada Bandar Lampung yang membidangi Pokja Pengawasan Riyuzen Praja Tuala di kantornya, Selasa (20-4). Riyuzen mengatakan acara bimbingan teknis (bimtek) di Batam berlanjut dengan rapat koordinasi antara Panwas dengan Bawaslu.

Menurut Riyuzen, dalam rakor tersebut Bawaslu meminta agar Panwas memberi laporan kegiatan pengawasan per tahapan. Tahapan yang banyak disoroti oleh Bawaslu adalah penetapan DPT. Bawaslu meminta laporan lengkap terkait dengan penetapan DPT sekaligus menyerahkan soft copy DPT by name. Karena itu, Riyuzen menegaskan akan tetap meminta KPU Bandar Lampung untuk memberikan data tersebut. “Kami akan tetap meminta data itu kepada KPU Bandar Lampung. Sebab, Bawaslu meminta data tersebut kepada kami,” kata Riyuzen.

Selain itu, panwas pilkada mendapat perintah untuk menangani perkara pilkada hingga ada keputusan. Kewenangan ini merupakan kewenangan tambahan. Sebab, pada pemilu sebelumnya panwas tidak mempunyai kewenangan untuk menyelesaikan sengketa.

Karena adanya tambahan kewenangan tersebut, pengawasan yang dilakukan bersifat pencegahan (preventif) dan penyelesaian (partisipatif). “Dengan kewenangan tambahan itu, kami harus memiliki data selengkap-lengkapnya agar jika terjadi sengketa, bisa menangani dengan bijaksana,” kata dia.

Terkait dengan undangan koordinasi dari KPU Bandar Lampung, Riyuzen mengaku akan hadir. Sebab, undangan tersebut disampaikan secara resmi oleh KPU sebagai lembaga penyelenggara pilkada kepada panwas selaku lembaga pengawas pilkada.

Sebelumnya, KPU Bandar Lampung menolak memberikan soft copy DPT by name dengan alasan tidak ada aturan yang mengharuskan KPU memberikan data tersebut. (MG-11/U-2/L-1)


Perbaikan Jembatan

MULAI DATANG
Gorong-gorong untuk Jalinsum longsor KM 79, Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni mulai didatangkan, kemarin.(Nyoman Subagio)