Category Archives: ENTREPRENEURSHIP

Kewirausahaan Berbasis Teknologi

Upaya pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang dilakukan oleh pemerintah menunjukkan hasil yang positif. Berdasarkan data statistik UMKM 2009, Perkembangan jumlah UMKM periode 2007-2008 mengalami peningkatan sebesar 2,88 persen yaitu dari 49.824.123 unit pada tahun 2007 menjadi 51.257.537 unit dari berbagai sector pada tahun 2008.

Data ini merupakan hal yang sangat penting mengingat kontribusi UMKM yang cukup besar, terutama dalam menciptakan Produk Domestic Bruto (PDB). Pada tahun 2008, peran UMKM terhadap penciptaan PDB nasional menurut harga berlaku tercatat sebesar Rp. 2.609,36 triliun atau 55,56 persen dari total PDB nasional,

mengalami perkembangan sebesarRp. 504,23 triliun atau 23,95 persen disbanding tahun 2007.

Namun, ada beberapa hal yang patut kita tanyakan dari data di atas: seberapa besar daya kesintasan usaha tersebut? Seberapa tinggi nilai jual dari produk yang dihasilkan? Karena, bias saja, meningkatnya jumlah unit usaha tidak sebanding dengan meningkatnya nilai (value) serta kualitas dari produk yang dihasilkan. Untuk itu, dalam proses usaha terutama produksi perlu ada penambahan nilai melalui proses rekayasa yang melibatkan teknologi tepatguna. Continue reading

Advertisements

KEWIRAUSAHAAN UNTUK PEMBANGUNAN EKONOMI Di INDONESIA

Di dunia, negara-negara bisa terbagi menjadi negara maju, atau negara berkembang. Negara maju adalah sebutan untuk negara yang menikmati standar hidup yang relatif tinggi melalui teknologi tinggi dan ekonomi yang merata. Contoh-contoh negara yang bisa dikatakan sebagai negara maju antara lain, Amerika Serikat, Hong Kong, Belanda, Portugal, Spanyol dan masih banyak lagi. Sedangkan Negara berkembang
adalah sebuah negara dengan rata-rata pendapatan yang rendah, infrastruktur yang relatif terbelakang, dan indek perkembangan manusia yang kurang dibandingkan dengan norma global. Contoh Negara berkembang: Meksiko, India, Malaisya dan Indonesia.
Mengapa Indonesia masih di katakan sebagai negara berkembang? Padahal Indonesia di kenal dengan negara yang kaya akan Sumber Daya Alamnya (SDA). Karena kecendrungan negara-negara berkembang adalah ditandai dengan masyarakat yang memiliki pendapatan  perkapita lebih rendah dibandingkan negara maju dan biasanya memiliki populasi penduduk yang padat. Negara berkembang belum mempunyai kondisi ekonomi dan sosial yang makmur, kebanyakan penduduknya miskin, pemikiran-pemikiran modern belum menyusup sampai ke desa-desa, dan kemajuan teknologi masih sangat jarang mampir sampai ke desa-desa, serta banyaknya pengangguran. Melihat kondisi itu  maka Indonesia merupakan salah satu negara yang termasuk di dalamnya. Pendapatan masyarakat yang rendah dan tingkat populasi penduduk yang tinggi menjadi suatu permasalahan yang harus diatasi oleh pemerintah negara berkembang dalam upaya mensejahterakan rakyatnya. Di kota besar seperti Jakarta yang terhitung pendududknya sangat padat, keadaan seperti ini sudah menjadi pemandangan umum. Banyak orang yang hidup kurang beruntung  terpaksa hidup sebagai pemulung sampah. Karena pendapatan yang diperolehnya sangat rendah, anaknya tidak dapat disekolahkan sehingga tingkat kecerdasan anak tersebut tidak berkembang. Hal ini juga menimbulkan kesenjangan ekonomi yang tajam antara orang  yang berpenghasilan tinggi dan orang yang berpenghasilan rendah. Hal ini menyebabkan kemerosotan perekonomian di Negara Indonesia. Jika di biarkan keadaan perekonomian Negara Indonesia seperti itu terus maka semakin lama Negara akan semakin miskin dan terbelakang, serta berdampak pada keamanan nasional akan terganggu.

Continue reading


Ippho Santosa| Mengubah dunia dengan sekejap

           Ippho Santosa “Si Kreatif” telah berhasil mengubah mindset pikiran ribuan orang. Melalui seminar-seminarnya beliau telah dikenal sebagai pintu sebuah kesuksessan. Namun sejak terbitnya kitab “7 Keajaiban Rezeki” pemanfaatannya begitu meluas dengan cepat. Dan sangat membantu bagi seorang hamba untuk menghadapi sebuah ketidakpastian terhadap zaman sekarang ini. Melalui seumber referensi yaitu Al-quran dan sirah Rasulullah, Si Kreatif “Ippho Santosa” mengambil sebuah rujukan untuk menunjukkan percepatan-percepatan rezeki dengan sentuhan Islami serta memuat manfaat-manfaat praktis seputar Pintu Rezeki.

Dengan gaya yang begitu praktis, beliau menulis kalimat demi kalimat yang memudahkan seseorang untuk membaca dengan cermat buku tersebut dalam sehari. Sangat menarik, begitu banyak manfaat yang dia tawarkan kepada pembaca dalam hal pembentukan mindset otak kanan, menghormati sepasang bidadari, hingga fenomena rezeki yang mungkin langkah didapatkan dalam buku-buku lain dengan maksud membuka rezeki termasuk membawa rezeki tersebut selama 99 hari telah berada dalam tangan anda. Continue reading