NERVOUS DI ATAS PANGGUNG JADI INSPIRASI BESAR UNTUK SEORANG ERVAN

19012010384Ya, hari itu tepat pada saat hari perpisahan SD saya. Yaitu SDN Berundung. Pagi di awali dengan guyuran hujat lebat. Saya sempat mengira bahwa acara dperpisahan di SD saya bakal dibatalkan atau gagal karena hujan lebat. Namun ternyata sekitar jam 8 pagi hujan pun berhenti. Sesunngguhnya saya tidak akan membahas tentang jalannya acara perpisahan di SD saya. Tapi ada sedikit hal yang ingin saya ketengahkan untuk menjadi topik yang menarik yang tak mungkin bisa saya lupakan sampai saat ini. Atau bahkan sampai nanti pun saya takkan bisa melupakannya.

Karena hujan telah reda dan tiba-tiba cuaca berubah jenjadi sangat cerah. Para tamu undangan mulai berdatangan ke sekolah kami. Pengunjung terdiri dari wakil dari kecamatan, kepala desa, guru, para wali murid, dan penduduk sekitar sekolah saya. Pada waktu itu ayah dan ibu saya tidak dapat menghadiri acara itu, karena adik saya yang saat itu masih duduk dibangku TK juga ada acara perpisahan di sekolah TKnya. Jadi ibu saya lebih memilih menghadiri acara perpisahan adik saya di TK. Jantung saya semakin berdebar. Mengapa?. Taukah anda mengapa jantung saya berdebar-debar. Karena saya mendapat tugas untuk menyampaikan pidato sambutan sebagai perwakilan dari murid kelas 6 yang akan lulus dan perpisahan.

Akhirya tiba juga pembawa acara memanggil nama saya. “Baiklah, selanjutnya adalah sambutan dari perwakilan murid kelas 6 yang akan disampaikan oleh ananda ERVAN HEPPYDA”. Begitu kata pembawa acara sambil memegang mic. Saya pun naik keatas panggung dengan diiringi oleh tepuk tangan dari semua yang hadir pada acara itu. Saya tambah deg-degan aja nih ketika semua bertepuk tangan untuk saya. “Udah kaya artis aja saya”. Kata hati saya. Begitu saya tepat berdiri di tengah pangung. Saya menghadap kearah semua tamu undangan yang hadir. Saya kaget, ternyata semua mata tertuju pada bocah kecil mengenakan seragam merah putih sambil memegang mic dan kertas yang ada di atas panggung, yaitu saya. Tanpa basa basi saya langsung mulai menyampaikan pidato saya. 2 menit telah berlalu. Entah mengapa tangan saya sedikit gemetaran. Hati saya mulai berkontradiksi.” Ada apa nih, ada apa nih” hati saya bertanya-tanya. Lalu saya melihat sejenak kearah tamu undangan. Mereka ada yang menangis, tapi lebih banyak yang tertawa. Setelah itu saya semakin gemetaran. Mungkin sudah sekitar 5 menit saya menyampaikan pidato saya. Akhirnya emosi saya sudah tidak terkendali lagi. Apa yang terjadi. Pada detik itu juga saya memutuskan untuk menangis. Saya menangis bukan karena sedih akan perpisahan. Tetapi saya menangis karena saya malu tangan saya gemetaran sambil memegang mic dan kertas di atas panggung. Tiba-tiba para tamu undangan ikut menangis juga. Yang tadinya tertawa kini mereka menangis.

Akhirnya saya selesai membacakan salam yang menandakan pidato telah saya akhiri. Di samping panggung tepat pada tangga panggung tempat saya akan turun. Disitu telah berdiri wali kelas saya, seorang ibu-ibu. Apa yang beliau lakukan. Ternyata beliau langsung memeluk saya dan beliau pun menangis. Suasana pun semakin haru ketika semua mata tamu undangan kembali tertuju pada saya yang sedang dipeluk oleh wali kelas saya. Dalam hati saya berkata. “Aman, ternyata mereka mengira saya menangis karena sedih akan perpisahan. Padahalkan saya menangis kerena malu saat tangan saya gemetaran di atas panggung”. Akhirnya semua malu saya terobati. Mantap kan acting saya.

Mulai dari peristiwa itu saya merasa malu pada diri saya. Karena saya termasuk orang yang pemelu dan cemen lah kata anak muda sekarang. Pada waktu itu ayah dan ibu saya tidak dapat menghadiri acara itu, karena adik saya yang saat itu masih duduk dibangku TK juga ada acara perpisahan di sekolah TKnya. Jadi ibu saya lebih memilih menghadiri acara perpisahan adik saya di TK. Kalu ada beliau mungkin saya di ejek-ejek deh. Hehehe. Sampai saat ini saya tidak akan dan tidak bisa melupakan peristiwa itu. Namun dengan peristiwa itu banyhak Inspirasi yang saya dapatkan. Saya semakin terobsesi untuk bisa berpidato dan berbicara yang baik di depan banyak orang. Karena menurut saya itu kemampuan yang sangat luar biasa bila kita mampu berbicara dan berkomuniklasi yang baik di depan banyak orang. Apalagi bila audience kita tertarik dan enjoy melihat kita bisa membawakan topik yang kita bicarakan dengan baik. Sampai saat ini saya punya mimpi besar. Yaitu saya ingin bisa berbicara di depan ribuan orang dan ditengah-tengah para audience terdapat ibu saya dan juga presiden Indonesia. Untuk anda dan siapa saja yang membaca tulisan saya ini. Bantu saya dengan doa ya. Mudah-mudahan impian saya yang baru saja anda baca akan tercapai. Amin ya Alloh. Tetap semangat rekan-rekanku semua. Jadilah orang yang terbaik diantara orang-orang yang ada di sekitar anda.

About Ervan Heppyda


2 responses to “NERVOUS DI ATAS PANGGUNG JADI INSPIRASI BESAR UNTUK SEORANG ERVAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: