BELAJAR MALU DONG PADA LAMPUNG SELATAN

KALIANDA – Prestasi Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Rycko Menoza patut diteladani. Ia mampu mengajak masyarakatnya peduli kebersihan. Tak sia-sia, lambang supremasi kebersihan di Indonesia pun digenggamnya.

Ya, Rycko adalah satu-satunya kepala daerah di Lampung yang berhasil mendapatkan Piala Adipura kategori kota kecil. Ini cambuk sekaligus tamparan bagi para kepala daerah di provinsi ini yang gagal mempertahankan dan belum berhasil meraih Adipura.

Penyerahan Adipura dilakukan langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara kemarin (7/6). Selain Rycko, penghargaan Adiwiyata Mandiri 2011 juga diterima oleh SDN 4 Metro Timur di Jalan A.H. Nasution, Yosodadi, Kota Metro. Penghargaan itu diberikan presiden kepada kepala SDN 4 Metro Timur karena berhasil mendidik siswa menjadi individu yang bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup.

Usai menerima penghargaan, Rycko mengatakan, dirinya bersyukur dan bangga karena dapat mempertahankan Adipura di awal kepemimpinannya sebagai bupati. Piala Adipura tahun ini juga mencatatkan delapan kali berturut-turut Kalianda mendapat predikat bersih.

’’Apalagi tahun ini seleksinya sangat ketat dengan penilaian yang semakin tinggi. Tahun lalu, penghargaan diberikan kepada 140 kabupaten/kota. Sedangkan tahun ini lebih sedikit, yaitu 63 kabupaten/kota,’’ ujar Rycko kepada Radar Lampung usai menerima penghargaan di Jakarta kemarin.

Ia berharap penghargaan Adipura tidak hanya terkesan ’’bagi-bagi’’ piala, namun dapat meningkatkan kualitas kebersihan di lingkungan. Tidak hanya untuk masyarakat Kalianda, tetapi juga kabupaten/kota lain di Lampung. Pasalnya, tahun ini, hanya Lamsel yang menyabet Adipura.

’’Kalianda menjadi barometer Adipura di Lampung tahun ini. Mudah-mudahan daerah lain di Lampung juga termotivasi untuk keindahan kotanya,’’ ujar Rycko.

Khusus penghargaan untuk Kalianda, Rycko mengatakan, Pemkab Lamsel memang gencar melestarikan lingkungan. Ia memaparkan, sejumlah program kebersihan yang baru digulirkan adalah pemisahan pembuangan sampah basah dan kering.

Selain itu, Rycko baru saja memberlakukan bebas rokok di lingkungan Pemkab Lamsel. ’’Itu karena saya juga tidak merokok,’’ tuturnya.

Selanjutnya, Rycko menargetkan Kecamatan Natar untuk meraih Adipura tahun depan. Salah satu caranya dengan mendaur ulang sampah dengan menggaet Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) setempat. Program ini juga akan digalakkan ke sekolah-sekolah.

’’Kami akan mulai dari SD hingga SMA untuk hidup bersih. Sampah dari rumah seperti kertas dan botol dapat dibawa ke sekolah untuk didaur ulang. Jadi dibiasakan dari kecil,’’ kata dia.

Kriteria Adipura sendiri terdiri dari dua indikator pokok. Yakni indikator kondisi fisik lingkungan perkotaan dalam hal kebersihan dan keteduhan kota, serta indikator pengelolaan lingkungan perkotaan atau nonfisik, yang meliputi institusi, manajemen, dan daya tanggap.

Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta dalam laporannya mengatakan, jumlah peraih penghargaan Adipura untuk kota/kabupaten tebersih di Indonesia memang menurun. Ini karena kriteria penilaian diperketat dan tim penilai berasal dari sejumlah daerah.

Jumlah menurun dibanding tahun 2010 yang mencapai 140 daerah penerima. Banyaknya penerima ini menyebabkan pergunjingan dan tanda tanya keakuratan dan objektivitas penilaian Adipura. Bahkan, ada yang menilai piagam Adipura itu hanya diobral. Gusti menjelaskan, kritikan itu membuat Kementerian Lingkungan Hidup memperketat penilaian. Selain itu, pemantauan lokasi pada tahun ini dilakukan 100 persen, tidak 70 persen seperti tahun-tahun lalu.

’’Penilaian juga dilakukan tim secara silang untuk meningkatkan kualitas penilaian sehingga benar-benar objektif dan tepat,’’ ujarnya.

Seleksi dilakukan tiga kali dan setiap tahap harus meraih nilai minimal 71. Hal ini untuk menjaga konsistensi daerah dalam menjaga lingkungannya. Hasil tim seleksi dari akademisi dari berbagai universitas di Indonesia itu diberikan kepada Dewan Adipura untuk dimatangkan.

Dengan prestasi ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan komitmen untuk mempertahankan Adipura. Artinya, ke depan pemkab berupaya agar penghargaan bergengsi di bidang kota kecil bersih dan indah tersebut terus disandang Kalianda yang notabenenya ibu kota Lamsel.

’’Memang tujuannya bukan semata-mata meraih Adipura. Namun yang terpenting adalah bagaimana menjadikan hidup bersih dan sehat ini bagian dari masyarakat,’’ kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Lamsel Henry Dunan, S.E., S.H., M.H. secara terpisah.

About Ervan Heppyda


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: