Monthly Archives: September 2010

Diundang Pun, Deddy Mizwar Ogah Datang ke Q Festival

KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI
Deddy Mizwar

JAKARTA, KOMPAS.com Aktor senior Deddy Mizwar mengaku enggan menghadiri Q Festival meski diundang. “Kalau ditanya mau datang atau tidak, gue sih enggak mau datang,” ucap Deddy saat ditemui seusai jumpa pers Festival Film Indonesia di Gedung Sapta Pesona, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (28/9/2010) malam.

Deddy punya alasan tertentu mengapa ia enggan menghadiri festival film yang mengangkat pelbagai tema cerita kaum gay dan lesbian itu. “Daripada gue dosa nonton film begituan, mending gue nyari amal aja dah,” kata Deddy.

Di lain pihak, Deddy menilai bahwa jika pihak panitia ngotot untuk menyelenggarakan Q Festival, maka hal tersebut tidak bisa dilarang. “Ada sejumlah orang pengin memutar film seperti itu, itu tidak bisa dilarang,” kata Deddy.

Seperti diberitakan sebelumnya, festival yang mengusung tema isu kaum homoseksual dan HIV/AIDS itu mendapat protes dari organisasi massa Front Pembela Islam (FPI). Mereka mendesak pihak penyelenggara mengurungkan niat untuk menayangkan film-film tersebut karena dinilai menyesatkan.

Advertisements

Science 2.0 dan Paradigma Baru Research Life Cycle

science2

Science 2.0? makhluk apalagi nih? :) Ini adalah tema bahasan yang saya angkat untuk seminar yang diadakan oleh Pusat Penelitian Politik (P2P), Lembaga Ilmu Pengetahuan indonesia (LIPI) tanggal 10 Desember 2009. Seminar mengambil tema Dilema Antara Hak Kekayaan Intelektual dan Penyebaran Ilmu Pengetahuan. Saya sempatkan menyusun makalah ilmiah secara lengkap untuk memberikan gambaran komprehensif tentang Science 2.0. Makalah lengkap bisa didownload lewat link di bagian akhir tulisan ini.

Web 1.0 bergerak menjadi Web 2.0, yang intinya memberi hak pengguna untuk berpartisipasi aktif  (O’Reilly, 2004) (O’Reilly, 2005). Perkembangan Web 2.0 ternyata kemudian memberi pengaruh ke bidang lain selain bidang computing dan Internet. Hal ini ditandai dengan kemunculan berbagai movement di bidang lain yang membawa ruh dan karakteristik Web 2.0. Identity 2.0, Library 2.0, Law 2.0, Media 2.0, Advertising 2.0, Democracy 2.0, Diplomacy 2.0, dan Government 2.0 (Hinchcliffe, 2006) (Wahono, 2008).

web2

Dion Hinchcliffe (Hinchcliffe, 2006) dalam analisanya tidak secara eksplisit menyebutkan istilah Science 2.0. Akan tetapi kita bisa melihat suatu fenomena dimana peneliti semakin banyak yang mempublikasikan tulisan ilmiah, berkolaborasi ide penelitian, melakukan webinar dengan menggunakan fasilitas Web 2.0. Dan inilah yang disebut dengan Science 2.0 (Waldrop, 2008, January). Ilustrasi menarik datang dari Barret (Barret, 2008), yang menggambarkan Science 2.0 seperti pada gambar di awal tulisan ini.

Konsep utama dan permasalahan ide dari Science 2.0, seperti yang dijelaskan oleh Waldrop (Waldrop, 2008, May) adalah sebagai berikut:

  • Science 2.0 secara umum merefer ke praktek baru para peneliti yang mempublikasikan hasil eksperimen yang relatif belum matang, teori baru, klaim suatu penemuan dan draft makalah ilmiah melalui Web, blog atau jalur protokol lain (Science 2.0, 2007), supaya bisa dikomentari dengan cepat oleh peneliti lain. Hal ini berbeda dengan konsep Science 1.0 yang mengandalkan kegiatan conference untuk mendapatkan respon dan komentar peneliti lain.
  • Pendukung Science 2.0 sepakat bahwa praktek keterbukaan akses (open access) membuat perkembangan dunia sains lebih kolaboratif dan akhirnya peneliti menjadi lebih produktif
  • Pengkritik Science 2.0 mengatakan bahwa mempublikasikan online penemuan awal dari sebuah penelitian membawa resiko terjadinya plagiat ide dan pelanggaran hak kekayaan intelektual (hak cipta, paten, dsb)

Di luar masalah pro dan kontra, Science 2.0 mulai tumbuh dengan pesat. Kebutuhan perkembangan ilmu pengetahuan, percepatan proses research life cycle (problem finding, discussion, research, and publication) dirasakan oleh para peneliti lebih penting daripada memikirkan administratif legal formal dan hak kekayaan intelektual. Mengapa proses dan siklus penelitian ilmiah (research life cycle) yang ada saat ini dirasakan bermasalah? Jawaban dari pertanyaan ini ada pada beberapa pemikiran di bawah:

  • Model publikasi ilmiah yang ada saat ini sangat-sangat lambat. Paper dari journal ilmiah terbaru yang ada saat ini boleh dikatakan telah berumur setengah sampai dua tahun. Hal ini karena proses research life cycle yang tidak lancar.
  • Hanya ada satu level diseminasi informasi, yaitu peer-reviewed alias proses review dari makalah untuk jurnal ilmiah atau conference. Proses review ini sangat memakan waktu, terlebih lagi untuk jurnal ilmiah dan conference yang memiliki impact factor tinggi
  • Pendekatan publikasi yang ada saat ini tidak mendorong adanya feedback terbuka dan review hasil penelitian
  • Makalah yang dipublikasikan di jurnal dan conference, sering tidak memiliki kelengkapan informasi yang memadai, sehingga hasil penelitian tidak bisa digunakan kembali oleh pihak lain
  • Makalah di jurnal ilmiah diperbaiki dan ditentukan formatnya dengan tujuan untuk dicetak.
  • Penyebaran informasi lewat jalur darat (offline) tidak memungkinkan lagi apabila kita ingin mendapatkan hasil yang maksimal, menjangkau wilayah luas dengan biaya yang murah

Terlepas dari pro dan kontra yang terjadi, apabila kita analisa dari berbagai pengalaman penerapan Science 2.0 yang disajikan pada makalah ini, bisa ditarik kesimpulan bahwa proses penelitian secara alami akan menuju ke Science 2.0. Masalah pelanggaran hak kekayaan intelektual tentu harus tetap diperhatikan, meskipun kita bisa gunakan berbagai teknologi dan strategi untuk mencegah dan memberi punishment ti.terhadap pelaku pelanggaran hak kekayaan intelektual. Manfaat besar yang dirasakan peneliti ketika menerapkan konsep Science 2.0, khususnya berhubungan dengan pengembangan ilmu pengetahuan, akan membuat Science 2.0 adalah pilihan terbaik bagi peneli


KAPOLRI BARU HARUS BENAHI DENSUS 88

TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA

Ilustrasi Densus 88 Antiteror

JAKARTA, KOMPAS.comDetasemen Khusus (Densus) 88 dinilai arogan dan represif dalam menjalankan tugasnya. Dalam diskusi bersama Kontras, mengemuka seruan agar Kapolri baru bertugas membenahi Densus 88.

“Saat penindakan, Densus 88 bertindak tidak profesional dan tidak proporsional,” kata Usman Hamid, Ketua Badan Pengurus Kontras saat diskusi bersama di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (22/09/2010).

Usman mencontohkan tindakan Densus 88 yang tidak melakukan koordinasi dengan Kapolda Sumatera Utara saat melakukan penangkapan pelaku perampokan. Ia mengatakan peristiwa ini bisa menciptakan ketegangan antara Densus 88 dengan Kepolisian Daerah.

“Densus 88 memang di bawah perintah Kapolri. Namun, tidak dibenarkan dengan tidak memberitahukan kepada Kapolda,” katanya.

Contoh lainnya, pada Senin (13/9/2010) lalu, personil densus 88 berjalan masuk ke Bandara Polonia Medan untuk naik pesawat carter melalui pos golf Bravo yang tidak dibuka untuk sipil. Para petugas TNI AU meminta personil Densus 88 masuk lewat terminal keberangkatan atau VIP bandara. Personil Densus 88 menolak dan mengatakan demi tugas negara.

Lebih lanjut Usman mengatakan, Densus 88 harus dikontrol, agar tidak menjadi satuan elite tanpa pengawasan. “Kalau perlu Densus 88 dilepaskan saja dari istitusi Polri,” katanya.

Usman juga menghimbau agar Kapolri yang baru, harus membenahi Densus 88 dalam aksi dan penindakan di lapangan agar tidak menggunakan cara-cara yang represif.


ANGGAP JAKSA TAK TAU MASALAH, YUSRIL BICARA DI SIDANG

Jakarta – Tersangka kasus dugaan korupsi Sisminbakum Yusril Ihza Mahendra menganggap jaksa yang memeriksanya tak mengerti persoalan. Oleh karena itu, dia lebih memilih menerangkan perkara itu ke hakim di persidangan daripada di Kejaksaan.

“Mending di persidangn daripada ke jaksa yang nggak nyambung sama sekali dengan saya,” ujar Yusril usai melayat istri Din Syamsuddin di rumah duka, Kompleks Pejaten Elok, Jakarta Selatan, Kamis (29/7/2010).

Mantan Menkum HAM ini bahkan mengilustrasikan jaksa yang memeriksanya selevel dengan sarjana. Sementara dirinya sudah bergelar doktor.

“Kayak berdebat antara orang S1 dengan S3,” imbuhnya.

Namun, Politisi PBB ini meminta agar di dalam proses persidangan juga dilakukan secara transparan. Jangan sampai ada upaya untuk memojokkan dirinya lewat kasus yang sebetulnya masih dipaksakan.

“Saya tidak khawatir masuk persidangan, asal fair,” tegasnya.

“Pokoknya saya akan tetap diam di depan jaksa sampai putusan MK keluar,” tutupnya.


BANJIR SAPU 10 RUMAH DI KAB LAM-SEL

KALIANDA,TRIBUN – Sebanyak sepuluh rumah di Kecamatan Penengahan hanyut tersapu banjir akibat guyuran hujan deras sejak Sabtu (25/9) malam hingga Minggu dini hari (26/9). Banjir berasal dari luapan Sungai Pisang dan menyapu rumah yang mayoritas semi permanen. Rumah warga yang tersapu banjir hanya menyisakan lantai, sedangkan dinding dan atapnya hanyut terbawa air.

Rinciannya, enam rumah berada di Desa Gayam, dua rumah di Desa Tetaan, dan dua rumah di Desa Sukabaru. ”Banjir mulai terjadi sekitar pukul 21.00 WIB Sabtu malam, dan langsung menghanyutkan rumah kami. Minggu dini hari air mulai surut, tapi rumah kami sudah habis,” ujar Yusron, warga Desa Tetaan, Penengahan, Minggu (26/9).

Enam warga di Desa Gayam, yakni Suliyan (22), Ismail (22), Mursidi (45), Hasbunah (37), Yusron (27) dan Rohman Duroh (27) harus merelakan rumahnya yang hanyut tersapu air. Dua lagi milik warga Desa Tetaan dan dua lainnya milik warga Dusun Buring, Desa Sukabaru.

Warga yang terkena banjir saat ini tinggal di tenda-tenda darurat bantuan Dinas Sosial Lampung yang tiba di lokasi pada Minggu pagi. Sebagian lainnya  menumpang di rumah keluarga yang tinggal di dekat lokasi.

Banjir juga mengakibatkan tiga jembatan, yakni dua jembatan beton dan satu jembatan gantung di Desa Gayam dan Sukabaru tidak berfungsi. Selain itu, sebuah bendungan berlokasi di Desa Tetaan ikut jebol dan merendam 12 hektare tanaman padi siap panen milik warga.

Sementara, sebanyak 27 rumah di dusun I, III, dan IX, Desa Ruguk mengalami kerusakan di bagian dapur.

Di Desa Gayam Dissos Lampung memberi bantuan 60 lembar tenda, 3600 bungkus mie instan, 2000 kaleng sarden, 120 stel seragam SD, 60 lembar tiker, 60 kaus, 60 lembar selimut, 60 daster, 300 kecap, 300 saus, 60 buah teko, 60 buah tempat nasi, 30 lusin piring, 30 lusin gelas, 60 buah wajan, dan 60 buah panci serba guna.(tri)


BENARKAH MANGHITUNG DOMBA BIKIN RASA KANTUK

Ketika mata tak juga mau diajak terpejam, banyak orang yang memilih untuk “menghitung domba” supaya kantuk lekas datang. Diharapkan kegiatan yang monoton itu akan membantu kita untuk terlelap. Namun benarkah cara ini efektif menimbulkan kantuk?

Para ilmuwan dari Universitas Oxford melakukan penelitian mengenai hal tersebut. Dalam risetnya mereka melibatkan orang-orang yang menderita insomnia dan membaginya dalam beberapa kelompok. Kemudian para peneliti memonitor kecepatan timbulnya kantuk pada partisipan yang sudah dibagi dalam beberapa teknik pemacing tidur.

Rupanya ketika para partisipan penelitian itu mendapat instruksi untuk menghitung domba atau tidak diberi perintah apa pun, mereka justru lebih lama untuk mengantuk. Sebaliknya, ketika mereka diminta membayangkan sesuatu yang menenangkan, seperti pantai, mereka justru 20 menit lebih cepat tertidur.

Para peneliti menduga menghitung domba mungkin justru sangat membosankan, sedangkan membayangkan suasana yang tenang justru membuat tubuh lebih rileks sehingga lebih cepat tertidur.

Dalam penelitian lainnya, para ahli membandingkan orang yang mudah tidur dengan kelompok insomnia. Hasilnya tidak ada perbedaan yang berarti. Orang-orang yang insomnia biasanya membayangkan atau memikirkan sesuatu yang tidak menyenangkan, membuat cemas, lingkungan yang berisik, atau aktivitas yang sudah mereka lakukan di siang hari.

Itu sebabnya para peneliti menyimpulkan, jika Anda ingin cepat terlelap, jangan menghitung domba. Tapi bayangkanlah suasana yang tenang dan menimbulkan rasa nyaman. Mata pun dengan mudah akan terpejam.


JANGKRIK TERBESAR DI DUNIA

Serangga raksasa ini sering disebut wetas. Panjang Mereka bisa sepanjang 10 cm (4 inci) tanpa menghitung kaki mereka dan antenanya. Wah, lumayan yah untuk seekor serangga. Dan berat mereka bisa sampai 70 gram (2,5 ons), yang lebih berat daripada burung pipit.

Serangga ini makanannya tanaman dan buah – buahan. Jenis wetas ini dari New Zeland, dan hampir punah seratus tahun yang lalu dimakan oleh tikus dan mamalia kecil lainnya. Tapi Mereka baru-baru ini telah ditemukan lagi di daratan di New Zeland.


Percobaan Kecil Yang Dapat Mengingatkan Bahayanya Menggunakan Ponsel di Pom Bensin

Percobaan Kecil Yang Dapat Mengingatkan Bahayanya Menggunakan  Ponsel di Pom Bensin

Ternyata selain mengeluarkan frekwensi tinggi, ponsel juga mengeluarkan bunga api (meskipun kecil sekali, cuman seukuran 1 mikron. 1 mikron = 1/100 mm). Percikan api ini timbul di sekitaran antena koil, akibat beda potensial tegangan yang cukup tinggi.


KEGAGALAN, JENDELA KESUKSESAN

Pada kebanyakan orang, makna kegagalan begitu buruk bahkan bisa menjadi kegagalasmomok penghancur harapan. Kita harus yakin, setiap situasi apapun pasti ada faktor keberuntungan. Termasuk ketika kita sedang mengalami kegagalan.

Yang menjadi alasan mengapa orang tidak menikmati kegagalan adalah tertundanya waktu mereka untuk mencapai apa yang diinginkan/dicita-citakan. Sebagian orang mengisi kegagalan dengan keterpurukan, kesedihan atau yang lebih parah menyalahkan dirinya sendiri sebagai pemicu/penyebab adanya kegagalan tersebut. Tidaklah patut untuk ditiru.

Tetapi, ada sebagian orang mengisi kegagalannya sebagai ajang introspeksi diri, mencoba lebih baik lagi untuk kedepannya dengan pengalaman kegagalan yang pernah dirasai. Dan yang paling hebat, mereka bisa menjadikan situasi ini sebagai penyemangat dalam melanjutkan perjalanan menuju cita-cita, bukan sebagai pemutus asa. Itulah pola orang sukses.

Tidak ada orang sukses yang tidak mengalami kegagalan. Berarti kegagalan merupakan jendela kesuksesan. Disaat semua pintu tertutup, janganlah dulu untuk berdiam diri, menyerah dan terpuruk. Lihatlah, masih ada jendela yang bisa mengeluarkan kita dari sana.

Kesimpulannya, kegagalan bukanlah penghenti cita-cita, pemutus asa dan penghancur mimpi. Jika kita bersikap terbuka, bisa jadi kita malah bersyukur karena mengalami kegagalan. Ingat, tidak ada orang sukses yang tidak mengalami kegagalan dan ingatlah pula jika Allah SWT selalu bersama kita.


RENUNGAN MASA DEPAN

Sahabat!
Taukah kalian akan makna kematian?
waktu2Ya, kematian merupakan hal yang biasa kita jumpai tetapi kematianjuga masih merupakan momok bagi kita jika seandainya kematian itu terjadi pada diri kita. Sadarlah, kematian akan datang pada kita karena perlahan setiap detik, menit, jam, hari yang kita punya di dunia berkurang. Dunia tidak dapat menampung kita selamanya karena duniapun tidak akan abadi.

Lalu setelah mati?
Kematian bukan sebuah akhir perjalanan. Memang, sebuah akhir perjalanan di dunia tetapi juga sebuah awal perjalanan menuju “masa depan” yang kekal. Perjalanan yang sangat berat yang harus kita tempuh sendiri tanpa ditemani keluarga, teman-teman. Mempertanggungjawabkan dan menerima konsekwensi atas semua yang telah dilakukan di dunia.

Sekilas, tulisan di atas mungkin sama saja dengan yang lainnya. Tapi, lihatlah “masa depan” itu. Sekarang kita bisa menghabiskan waktu sesuka kita. Tapi,ketika semua kegiatan kita hanyalah hura-hura, semuanya tidaklah berarti jika kita merenungi akan masa depan kita. Tidak akan berdampak pada masa depan.

Sahabat, bukan maksud saya untuk membuat kalian takut, menyalahkan takdir atau bahkan Tuhan atas hal yang akan menimpa kita tapi saya hanya ingin kita semua sadar akan hal ini. Menyesali keadaaan malah akan memperburuk kita. Saya tidak akan menyuruh kalian untuk segera bertobat karena tujuan saya menulis seperti ini tidaklah untuk itu. Kalian sendirilah yang tau pilihan mana yang akan kalian pilih nantinya. Jalanai saja apa yang ada dan ingat selalu akan “masa depan” itu.


ROSSI KE DUCATI, MOTO GP MAKIN BERGAIRAH

MOTORCYCLESNEWS

Supremo MotoGP Carmelo Ezpeleta (kanan) dan Valentino Rossi.

KOMPAS.comSupremo MotoGP, Carmelo Ezpeleta, mengaku lega dan sangat senang ketika tahu bahwa Valentino Rossi menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan tim Ducati. Pasalnya, keputusan “The Doctor” itu membuat MotoGP musim depan bakal semakin seru dan menarik untuk disaksikan.

Tak bisa dimungkiri, Rossi menjadi daya tarik terbesar di ajang MotoGP. Tak heran jika arena adu kecepatan “kuda besi” ini menarik perhatian dunia sehingga jumlah penonton yang menyaksikan langsung di sirkuit sangat banyak, begitu juga dengan pemirsa televisi.

Hal ini akan lebih menarik ketika musim depan Rossi memperkuat tim Ducati, yang bakal jadi pengalaman pertamanya di MotoGP. Inilah yang membuat Dorna selaku pemegang hak siar MotoGP sangat senang karena pasti jutaan penggemar olahraga ini ingin menyaksikan kolaborasi dua ikon Italia tersebut.

“Pertama sekali, berita terbaik adalah Valentino akan tetap di MotoGP selama dua tahun ke depan. Kedua, dengan Ducati, ini akan menjadi tantangan baru baginya, dan sebuah tantangan baru untuk Ducati.”

“Tantangan baru selalu menciptakan ekspektasi dan daya tarik yang besar. Jadi, itu merupakan berita bagus untuk olahraga kami dan kami harus mengatakan terima kasih kepada Valentino dan Ducati.”