LULUS TAPI AROGAN

Lulus UN, Copot Jilbab dan Sobek Rok
KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
INI DI JAKARTA – Siswa meluapkan kegembiraan atas kelulusan mereka dengan aksi semprot cat seragam di halaman SMA Negeri 26, Tebet, Jakarta Selatanm Senin (26/4/2010). Dari 213 siswa di SMA ini sebanyak lima siswa dinyatakan tidak lulus Ujian Nasional (UN).

PAMEKASAN, KOMPAS.com — Bupati Pamekasan, Madura, Kholilurrahman menyatakan sangat prihatin atas aksi penjarahan para siswa saat konvoi kelulusan, Senin (26/4/2010). “Itu sangat mencemarkan nama baik lembaga pendidikan dan Pemkab Pamekasan,” kata Bupati Kholilurrahman di Pamekasan, Rabu (28/4/2010).

Seusai menyerahkan penghargaan kepada 12 guru dari tingkat TK hingga SMA, Bupati Kholilurrahman menyatakan bahwa pihaknya akan meminta dinas pendidikan agar memberi sanksi kepada siswa yang amoral tersebut.

“Kalau persoalan itu dibiarkan, mereka tidak akan jera dan bisa mengulangi perbuatannya lagi pada kelulusan UN pada masa mendatang,” kata Kholil. Kepada para guru dan kepala sekolah di Pamekasan, pengasuh pondok pesantren Matsaratul-Huda Penempan, Pamekasan, ini juga meminta agar mereka lebih ketat lagi dalam melakukan pengawasan terhadap para siswa.

Ia juga prihatin terhadap para siswa Pamekasan yang ketika konvoi melepas kerudung dan menggunting rok. “Itu tidak seharusnya terjadi karena ini merupakan Kota ‘Gerbang Salam’,” katanya mengacu pada moto daerahnya.

Secara terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Pamekasan Ramli menyatakan sudah menelusuri pedagang kaki lima yang jadi korban penjarahan pelajar itu. “Kami juga telah mengantongi identitas para siswa yang menjarah, dan akan kami koordinasikan dengan kepala sekolah tentang tindakan yang akan diberikan,” kata Ramli.

Selain penjarahan, lepas kerudung dan sobek rok, serta coret baju seragam, perayaan kelulusan siswa SMA di Pamekasan juga diwarnai kencan di sejumlah tempat wisata, seperti di Pantai Talang Siring, Jumiang, dan di Api Tak Kunjung Padam, Desa Tlanakan, Pamekasan.
Kalau persoalan itu dibiarkan, mereka tidak akan jera dan bisa mengulangi perbuatannya lagi pada kelulusan UN masa mendatang.

About Ervan Heppyda


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: